Direktur Utama Vale Indonesia Nico Kanter menjelaskan, beberapa izin yang masih ditunggu oleh perusahaan terkait analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), izin kehutanan, dan izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH).
"Tentunya izin-izin juga masih banyak ya, masih belum keluar, amdal belum, tapi ya kami terus ada perkembangan," ujar Nico, Senin (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, perusahaan juga masih menunggu mitra strategis untuk proyek pembangunan smelter di Bahadopi, Sulawesi Tengah. Menurut Nico, saat ini perusahaan masih membuka pintu kerja sama dengan perusahaan lainnya untuk menggarap proyek tersebut.
"Masih siapkan pra uji kelayakannya, diharapkan akhir September selesai. Nanti dilanjutkan ke uji kelayakan," sambung Nico.
Hal ini disebabkan karena menurunnya biaya studi kelayakan proyak di Pomalaa dan proyek strategi jangka panjang penambangan, dan eksplorasi di area Kontrak Karya (KK).
"Di mana rendahnya biaya terutama karena belum didapatnya IPPKH dan amdal untuk Pomalaa," tandas Nico.