Analis NH Korindo Securities Bima Setiaji menyatakan, tingkat inflasi Maret diprediksi lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi Februari lalu sebesar 0,23 persen (month to month/mom) dan 3,83 persen (year to date/ytd).
"Kalau dilihat pelaku pasar akan menunggu (wait and see), melihat data inflasi yang diestimasikan di atas rata-rata. Jadi artinya Bank Indonesia (BI) menahan penurunan suku bunga," tutur Bima kepada CNNIndonesia.com, Jumat (31/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku pasar jaga-jaga, jadi mulai 3 April akan wait and see. Politik Indonesia kan cukup panas, dengan ada beberapa demo jadi kurang kondusif," jelas Bima.
Di sisi lain, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksi IHSG bangkit (rebound) setelah melemah akhir pekan lalu. Menurutnya, IHSG masih dapat bertahan di zona hijau dengan kucuran dana asing (capital inflow) ke pasar modal Indonesia.
Asal tahu saja, sepanjang kuartal I 2017 asing tercatat beli bersih sebesar Rp8,34 triliun. Sementara, sepanjang pekan lalu aliran dana asing sebesar Rp1,21 triliun.
Namun, ia mengingatkan agar pelaku pasar melakukan akumulasi beli ketika IHSG mengalami koreksi. Hari ini, William memprediksi IHSG berada dalam rentang support 5.524 dan resisten 5.623.