Kepala Divisi Komunikasi BEI Yulianto Aji Sadono mengatakan, sejalan dengan penguatan IHSG, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga meningkat 5,24 persen menjadi Rp6.055,23 triliun dari Rp5.753,61 triliun di akhir tahun lalu.
“Di sepanjang triwulan pertama 2017, IHSG dan nilai kapitalisasi pasar BEI memang berkali-kali berhasil melampaui rekor tertingginya sepanjang masa,” jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (¼).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, laju IHSG selama sepekan terakhir ini mengalami kenaikan tipis 0,02 persen dari posisi 5.567,13 poin dan nilai kapitalisasi pasar pada pekan ini juga meningkat 0,08 persen dari Rp6.050,10 triliun sepekan sebelumnya.
Adapun rata-rata nilai transaksi harian dalam sepekan terakhir juga berubah 2,21 persen menjadi Rp7,94 triliun dari Rp8,12 triliun, dan rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 4,45 persen menjadi 335,81 ribu kali dari 321,5 ribu kali transaksi.
“Investor asing mencatatkan beli bersih Rp1,21 triliun selama sepekan terakhir dan sepanjang 2017, aliran dana investor asing tercatat masih dalam posisi beli bersih Rp8,34 triliun,” jelas Yulianto.
Dari sisi pencatatan instrumen surat utang, sebanyak 2 obligasi korporasi dicatatkan di BEI pada pekan ini yang dicatatkan di hari yang sama, Jumat (31/3). Pertama adalah Obligasi Berkelanjutan II Medco Energi Internasional Tahap IV tahun 2017 dengan nilai emisi Rp8,38 triliun.
Sedangkan surat utang korporasi yang kedua adalah Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2017 yang diterbitkan oleh PT Surya Artha Nusantara Finance dengan nilai emisi Rp1,27 triliun.
Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 96 seri dengan nilai nominal Rp1.891,04 triliun dan US$1,24 miliar, serta 7 emisi Efek Beragun Aset (EBA) dengan nilai Rp2,71 triliun.