Kelompok bank besar masih menjadi penopang utama akselerasi pertumbuhan kredit bagi para pengusaha mini tersebut.
Berdasarkan data uang beredar BI, pertumbuhan kredit UMKM pada Februari 2017 didorong oleh kredit pada segmen usaha menengah yang tumbuh 50,3 persen (yoy) dengan total penyaluran kredit Rp520,3 triliun. Pertumbuhan tersebut melesat dibanding bulan sebelumnya yang tercatat tumbuh 5,7 persen (yoy).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, kredit mikro justru tumbuh melambat dari 9,3 persen (yoy) menjadi 4,3 persen (yoy). Adapun penyaluran pada kredit mikro tercatat turun dari Rp179,5 triliun pada bulan sebelumnya menjadi Rp 176,7 triliun.
“Mudah-mudahan tren penyaluran ini terus tinggi sepanjang tahun,” ujar Yunita, Selasa (4/4).
Adapun sesuai ketentuan BI, pada akhir tahun ini, perbankan diwajibkan untuk memenuhi porsi kredit UMKM minimum sebesar 15 persen. Kewajiban tersebut meningkat dibandingkan porsi kredit UMKM yang harus dipenuhi pada akhir tahun lalu sebesar 10 persen.
“Akhir tahun lalu pemenuhannya sekitar 90 persen, yang belum memenuhi kebanyakan pada kelompok BUKU 1 dan 2 (bank dengan modal inti di bawah Rp5 triliun),” jelasnya.