Direktur Utama Indika Energy Arsjad Rasjid menjelaskan, dengan pembayaran utang obligasi maka secara otomatis akan memperpanjang rata-rata umur jatuh tempo utang perusahaan.
"Ini mengubah kurva obligasi dan menegaskan akses yang dimiliki perusahaan terhadap pasar modal dan sumber-sumber pendanaan yang terdiversifikasi," ungkap Arsjad dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (5/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, penerbitan obligasi ini juga dapat digunakan untuk penarikan atau pembayaran kembali fasilitas pinjaman berjangka yang dimiliki MBSS dari Bank Permata dan fasilitas pembiayaan al-Murabahah dan untuk modal kerja atau kebutuhan umum perusahaan.
Manajemen mengklaim, aksi korporasi ini mendulang permintaan yang tinggi oleh beragam investor dan berhasil mengumpulkan dana sebesar US$1,2 miliar dalam orderbook pada saat pricing dari 135 rekening.
Obligasi tersebut teralokasi ke sejumlah pasar Asia sebesar 65 persen, 19 persen untuk Amerika Serikat (AS), 16 persen untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.
"Dari tipe investor, manajer investasi menyerap sebesar 82 persen, bank atau private bank 11 persen, dan dana pensiun atau asuransi mengambil alokasi 7 persen," jelas Arsjad.
Adapun, obligasi ini memiliki tenor selama lima tahun (5NC3). Kemudian, kupon yang ditawarkan sebesar 6,875 persen dan imbal balik penawaran kembali (reoffer yield) sebesar 6,95 persen
Sebelumnya, lembaga rating Moody's telah memberikan rating Caa1 terhadap obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Selain itu, Fitch juga memberikan peringkat CCC dan berpotensi untuk menaikan peringkatnya menjadi B-.