Berdasarkan data realisasi APBN yang dipublikasikan Kementerian Keuangan pada Kamis (6/4), penyerapan belanja terbesar berasal dari belanja pegawai sebesar Rp51,7 trilun atau 15,1 persen dari target tahun ini Rp343,3 triliun.
Selain belanja pegawai, penyerapan yang cukup tinggi berasal dari pos transfer daerah dan dana desa yang tercatat Rp122,7 triliun atau 16 persen dari target tahun ini. Disusul pos pembayaran kewajiban utang yang mencapai Rp32,4 triliun atau 14,6 persen dari target.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun pemerintah hingga Februari tercatat belum melakukan pembayaran subsidi energi dan baru membayarkan subsidi non energi sekitar Rp100 miliar. Dalam APBN 2017, pemerintah menargetkan belanja subsidi energi sebesar Rp77,3 triliun dan subsidi non energi sebesar Rp82,7 triliun.
Dengan komposisi penerimaan dan belanja tersebut, defisit APBN hingga Februari 2017 tercatat sebesar Rp55,5 triliun atau 0,4 persen terhadap PDB.