Dikutip dari laporan keuangan 2016 Golden Energy, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$34,45 juta. Realisasi tersebut meroket dibandingkan dengan laba 2015 sebesar US$2,02 juta.
Naiknya laba bersih, dipicu oleh peningkatan produksi tambang batu bara Golden Energy yang dikelola anak usahanya yaitu PT Borneo Indobara (BIB), PT Kuansing Inti Makmur (KIM) dan cucu usaha PT Trisula Kencana Sakti (TKS) di Kalimantan Selatan, Jambi dan Kalimantan Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan produksi tersebut ditopang oleh tingginya penjualan batu bara perusahaan. Sepanjang tahun lalu, Golden Energy berhasil membukukan pertumbuhan penjualan 8,82 persen menjadi US$384,34 juta dari US$353,19 juta di 2015.
Atas pencapaian kinerjanya tahun lalu, Golden Energy belum lama ini memperoleh dua penghargaan Sustainability Economy Empowerment award dan TOP Leader on CSR Commitment kepada Bonifasius selaku Presiden Direktur Golden Energy. Golden Energy dinilai mampu menjalankan program CSR yang efektif dan berkualitas sejalan dengan strategi bisnis perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.
“Kami sangat peduli akan keberlangsungan kehidupan masyarakat dan akan terus fokus pada pelaksanaan CSR berkelanjutan sehingga kehidupan dan perekonomian masyarakat sekitar area pertambangan GEMS tetap berkembang,” ujar Bonifasius.