Tambahan izin produksi tersebut memungkinkan entitas bisnis milik grup Sinar Mas itu memasang target produksi tahun depan menjadi 12 juta ton, dibandingkan realisasi produksi 2015 sebanyak 6,3 juta ton.
“Target produksi tahun depan, bergantung pada permintaan pasar dan persetujuan pemerintah. Tapi kami punya rencana untuk menambah produksi jadi 12 juta ton tahun depan,” kata Fuganto Widjaja, Presiden Direktur Golden Energy Mines, Selasa (20/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fuganto menyatakan untuk bisa mencapai target tersebut, perusahaannya sudah memiliki infrastruktur transportasi yang mampu menghemat waktu proses pengapalan batubara.
“Keputusan kami untuk meningkatkan target, selain untuk memenuhi pertumbuhan permintaan juga untuk memanfaatkan harga batubara yang sedang membaik akhir-akhir ini,” jelasnya.
Selain mengoperasikan tambang batubara di Kalimantan Selatan dengan estimasi cadangan 1,78 miliar ton, Golden Energy Mines juga memiliki dua area konsesi di Jambi dan Kalimantan Tengah dengan estimasi cadangan batubara masing-masing sebesar 256 MT dan 77 MT.
Sampai 30 Juni 2016, Golden Energy Mines mencatat produksi 4,25 juta ton batubara dan mampu menjual 5,41 juta ton batubara. Dari penjualan batubara tersebut, perseroan membukukan pendapatan US$182,51 juta plus laba bersih US$3,64 juta. (gen)