"Ini kan tidak mungkin dalam waktu pendek membangunnya. Ini kan, membangun kota dari nol. Kami ingin membangun dari nol. Bukan kota yang sudah ada," kata Bambang di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (10/4).
Bambang menuturkan, wacana ini muncul sebab pemerintah dirasa perlu menyeimbangkan perekonomian ke luar Pulau Jawa. Menurutnya, kondisi Jawa terutama Jakarta sudah terlalu berat, sehingga ia beserta jajaran Bappenas mulai mengkaji wacana itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun rentang waktu pemindahan, kata Bambang, tergantung keputusan pemerintah, termasuk skema pembiayaan yang sedang dibentuk.
Beberapa kota, kata Bambang, masuk sebagai opsi. Namun, Pulau Kalimantan memang diunggulkan karena cenderung aman gempa.
Ia mengaku tak ingin pusing mengenai ada atau tidaknya pembangunan Istana baru apabila Ibu Kota dipindahkan dari Jakarta. Bambang hanya memastikan, Presiden akan memiliki kantor seperti di Jakarta apabila wacana ini direalisasikan.
"Bentuknya istana atau bukan, enggak penting. Pokoknya kantor presiden, tempat tinggal presiden dan kementerian. Sama seperti di Jakarta," tuturnya.