Analis Mandiri Sekuritas Yudha Gautama mengatakan stok CPO Malaysia naik menjadi 1,55 juta ton pada Maret 2017 naik dari 1,46 juta ton pada Februari karena produksi yang lebih tinggi dari prediksi awal dan konsumsi domestik yang melemah.
“Kami masih tetap menyukai (merekomendasi overweight) pada sektor CPO, karena kami meyakini kembali naiknya permintaan akan didukung oleh aktivitas restocking dan dalam jangka waktu dekat dengan perayaan Ramadan,” ujarnya dalam riset, dikutip Kamis (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Angka itu didorong oleh produksi CPO yang kuat dan turunnya konsumsi domestik. Konsumsi domestik Maret 2017 hanya 0,12 juta ton, turun 49,2 persen secara tahunan, melemah 54,9 persen secara bulanan,” jelas Yudha.
Ilustrasi produksi kelapa sawit. (REUTERS/Y.T Haryono) |
“Karena musim panen yang rendah sudah berakhir, kami memprediksi ada kenaikan tren produksi secara bulanan yang berlanjut hingga sekitar Oktober 2017, ketika produksi akan memasuki musim panen yang rendah,” ungkap Yudha.
Ia menyatakan masih tetap merekomendasikan sektor perkebunan CPO. Meskipun saat ini ada tekanan penjualan pada harga CPO di pasar, Yudha masih tetap mempertahankan pandangan positif pada sektor perkebunan, dengan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) sebagai pilihan teratas.
“Sementara itu, turunnya harga kedelai yang terus berlanjut akan menjadi batas atas harga CPO. Selisih harga minyak kedelai-CPO berada pada US$47 per ton vs 10 tahun rata-rata historis di US$150 per ton. Kami akan mengkaji kembali asumsi harga CPO kami [harga CPO saat ini pada 2.700 ringgit per ton]. Rerata harga CPO sejak awal tahun 3.115 ringgit per ton,” jelasnya.
Ilustrasi produksi kelapa sawit. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan) |
Andy menyatakan mengerek peringkat saham sektor perkebunan CPO ke overweight dari netral, karena prediksi harga CPO dunia yang lebih tinggi. Ia memperkirakan harga CPO rata-rata global pada 2017 mencapai 2.950 ringgit per ton, naik 11 persen secara tahunan.
Ilustrasi produksi kelapa sawit. (REUTERS/Y.T Haryono)
Ilustrasi produksi kelapa sawit. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)