Direktur Utama BNI Ahmad Baiquni mengaku puas terhadap kinerja perseroan di tengah penurunan kinerja kredit perbankan. Dia pun berharap pertumbuhan laba BNI tahun ini bisa tetap mencapai dua digit, meski tidak setinggi pertumbuhan di tahun lalu yang berada diatas 20 persen.
"Untuk tren laba perbankan saya tidak bisa memprediksi. Namun, saya perkirakan kami bisa menghasilkan pertumbuhan double digit (tahun ini). Kami perkirakan paling tinggi laba BNI bisa mencapai 11-15 persen," ujar Baiquni di Jakarta, Rabu (12/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meyakini pembiayaan pada sektor infrastruktur merupakan pilihan terbaik karena selain turut mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat dan memperluas pembangunan infrastruktur, juga memberikan berkah bagi bisnis BNI secara keseluruhan," ujar Bob dalam Konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/4).
Seiring pertumbuhan kredit, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) perseroan tercatat tumbuh 12,3 persen (yoy) dari Rp 6,91 triliun menjadi Rp 7,76 triliun. Disisi lain, NIM perseroan tercatat turun dari 6,1 persen pada kuartal pertama tahun lalu menjadi 5,6 persen.
BNI pun memproyeksikan NIM perseroan akan berada dikisaran 5,7 persen-5,8 persen hingga akhir tahun ini.
"Kami memproyeksikan NIM akan terus mengalami penurunan berbarengan dengan penurunan biaya dana (cost of fund)," ujar Direktur BNI Direktur Rico Rizal Budidarmo.
Selain pendapatan bunga, Pertumbuhan laba BNI juga didorong Pendapatan non bunga yang naik 14,2 persen menjadi Rp 2,23 triliun pada Kuartal pertama tahun ini. Pendapatan tersebut terutama didorong oleh komisi dari pembiayaan perdagangan, pengelolaan rekening, bisnis kartu, transaksi ATM, dan pendapatan lainnya.