Kepala Bidang Penanaman Modal BPMP2T Boyolali, Eko Nugroho mengatakan, jajarannya belum menerima dokumen permintaan proses izin lanjutan dari investor tersebut. Ia mengaku baru menerima informasi awal yang bersifat nonformal.
"Terkait kabar 'Disneyland' itu, kami baru bisa memberikan informasi bahwa hal tersebut diawali dengan proses MoU dengan calon investor. Di mana itu merupakan kesepakatan antara bupati dan calon investor," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (18/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam minat dan kesepakatan ini tentunya akan ditindak lanjuti dengan proses lebih lanjut. Namun tentunya akan diawali dengan informasi tata ruang lebih lanjut," imbuhnya.
"Karena informasi yang kami terima luasannya mencapai 100 hektare, maka perlu izin lokasi dan perlu juga Amdal," katanya.
"Setelah persyaratan dipenuhi dan izin pertanahan selesai, baru kami proses. Saya dengar nanti bulan Mei proses pembebasan tanahnya," kata Eko.
Sayangnya, seperti diketahui, The Walt Disney Company membantah rencana membuka theme park di Boyolali, Jawa Tengah, seperti yang ramai diberitakan sejumlah media di Indonesia.
Dalam keterangan resmi, The Walt Disney Compay Asia Tenggara mengklaim bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar prioritas perusahaan tersebut. Namun, pihaknya membantah untuk membuka Disney Land di Boyololali.
“Kami tak memiliki rencana untuk membuka Disneyland di Indonesia saat ini,” bunyi pernyataan resmi Disney yang diterima CNNIndonesia.com, kemarin malam.