Indeks Dow Jones Industrial Average turun 119,13 poin atau 0,58 persen menjadi 20.404,15, S&P 500 kehilangan 4,03 poin atau 0,17 persen menjadi 2.338,16 dan Nasdaq Composite naik 13,56 poin atau 0,23 persen menjadi 5.863,03.
Seperti dilansir dari Reuters, saham IBM merosot 4,9 persen menjadi US$161,69 setelah perusahaan tersebut melaporkan penurunan pendapatan yang lebih besar dari perkiraan untuk pertama kalinya dalam lima kuartal. Saham tersebut menjadi hambatan terbesar pada laju indeks S&P dan Dow Jones.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data AS menunjukkan tambahan dalam persediaan bensin dan penurunan yang lebih kecil dari perkiraan pada keseluruhan stok minyak mentah, mengirim harga ke bawah angka US$52 per barel untuk pertama kalinya dalam dua minggu.
Menurut data Thomson Reuters, dari 57 perusahaan di S&P 500 yang telah melaporkan pendapatan hingga Rabu pagi, 75,4 persen telah melampaui ekspektasi, di atas rata-rata 71 persen selama empat kuartal terakhir.
Adapun indeks S&P 500 gagal naik di atas rata-rata pergerakan 50 hari, level yang telah bertindak sebagai resisten sejak indeks patokan turun di bawahnya minggu lalu.
Dengan Wall Street di dekat tingkat rekor dan kekhawatiran akan kemampuan Presiden Donald Trump untuk melaksanakan janji pro-pertumbuhannya, investor berharap pendapatan kuartal pertama akan cukup kuat untuk membenarkan valuasi pasar yang mahal.
Meningkatnya ketegangan antara Korea Utara dan Amerika Serikat, seiring dengan ketidakpastian politik di Eropa menjelang pemilihan presiden Prancis, juga membuat investor berhati-hati.
Sekitar 6,60 miliar saham berpindah tangan di bursa AS kemarin, di atas rata-rata harian 6,31 miliar selama 20 sesi terakhir.