Menurut Arcandra, komitmen percepatan blok East Natuna sudah disampaikan ketika Senior Vice President ExxonMobil Mark W. Albers menyambangi kantornya awal pekan lalu.
Komitmen tersebut, lanjutnya, diharapkan bisa diperoleh pemerintah melalui surat resmi dalam jangka waktu sebulan ke depan. Sayangnya, ia enggan memberitahu kabar baik yang dimaksud.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pemerintah berharap PSC blok East Natuna bisa dilakukan akhir tahun lalu dan diundur lagi ke awal tahun ini. Akhirnya, pemerintah memutuskan bahwa penandatangan PSC akan dilakukan setelah kajian pemasaran dan teknis (Technical and Market Review/TMR) rampung pada tahun ini.
Di sisi lain, Arcandra bilang bahwa ExxonMobil masih mempertanyakan nasib PSC lamanya di blok tersebut ketika Wilayah Kerjanya (WK) masih disebut Natuna D Alpha. Ini masih dipermasalahkan meski pemerintah telah menunjuk PT Pertamina (Persero) untuk mengembangkan blok tersebut.
Untuk itu, ia berharap kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence dalam waktu dekat bisa membuat masalah ini clear. "Apa yang abu-abu akan dihitamputihkan. Itu good news-nya," papar Arcandra.
Di dalam pengembangannya, Pertamina menggandeng ExxonMobil dan PTT Exploration and Production (PTTEP) ke dalam satu konsorsium. Sayang, pengembangan blok East Natuna agak sulit mengingat kandungan karbon dioksidanya mencapai 72 persen.