Dari sisi penyaluran kredit pada akhir kuartal I 2017 tercatat sebesar Rp6,15 triliun, naik dibandingkan periode akhir kuartal I 2016 yang sebesar Rp4,88 triliun. Sedangkan penghimpunan DPK tercatat sebesar Rp6,54 triliun, naik dibandingkan kuartal I 2016 yang sebesar Rp 5,09 triliun.
”Kami optimistis melihat pertumbuhan Bank Sampoerna yang berkualitas dengan didukung manajemen risiko pengelolaan portofolio pinjaman yang tetap terukur. Dengan demikian, kepercayaan nasabah dan masyarakat kepada Bank Sampoerna di masa yang akan datang diharapkan akan terus bertambah,” ujar Ridy Sudarma, Corporate Communication and Investor Relation Bank Sampoerna, Selasa (18/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari segi kekuatan modal, bank yang terafiliasi dengan Group Sampoerna itu saat ini memiliki rasio kecukupan modal (CAR) hingga 16,83 persen. Posisi itu turun jika dibandingkan dengan posisi kuartal I tahun lalu yang mencapai 18,43 persen. Penurunan ini disebabkan perseroan tahun ini semakin aktif mengucurkan kredit di awal tahun.
Kendati demikian, perseroan memproyeksikan posisi CAR akan meningkat hingga 18,5 persen lantaran ada komitmen pemegang saham untuk menyuntikkan modal baru hingga Rp50 miliar.
"Namun saya rasa akan naik jadi 18,5 persen karena share holder kita sudah komit akan masukan dana tambahan Rp50 miliar. Komitmen pemegang saham untuk terus mendukung Bank Sampoerna tercermin dengan pencapaian Bank Sampoerna yang berhasil tercatat dalam kategori Bank BUKU 2,” ujar dia.