Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengatakan, kegiatan penambangan bawah tanah rencananya akan dilakukan di beberapa lokasi seperti tambang Air Laya dan tambang Ombilin. Namun menurutnya, masih terlalu dini untuk menentukan kapan tepatnya penambangan ini terlaksana.
"Kajian sedang dilakukan, dan dari studi itu nanti bisa diketahui kelayakannya atau tidak. Ini studi yang sangat komprehensif, sehingga setelah ini bisa diketahui teknologi yang akan digunakan, besaran cost, hingga depositnya," papar Arviyan, Kamis (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menunjang studi, perusahaan juga akan menyisihkan dana untuk melakukan kajian tersebut. Tetapi, anggaran itu akan dipisahkan dari belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan sebesar Rp4 triliun hingga Rp5 triliun di tahun ini.
Ia optimistis target ini bisa tercapai setelah komitmen pembelian batu bara sudah mencapai 90 persen dari produksinya. Arviyan menuturkan, sebagian besar pembelian sudah dikontrak PT PLN (Persero) untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
"Sementara itu, sisa 10 persen produksinya mungkin akan kami lempar ke pasar spot. Kami juga tengah mengkaji perluasan pasar baru ke negara-negara semenanjung Indochina, India, China, dan Filipina," pungkas Arviyan.