Pertemuan tersebut merupakan bagian dari Musim Semi (Spring Meetings) 2017 yang diselenggarakan oleh World Bank (WB) dan International Monetary Fund (IMF) 2017.
Sri Mulyani menjelaskan pertemuan dilakukan untuk membicarakan skema pembiayaan infrastruktur Indonesia. Pasalnya, kebutuhan pembangunan infrastruktur Indonesia saat ini, dana yang tersedia dalam Anggaran Pendapatan Negara (APBN) sangat terbatas
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mengajukan permintaan tersebut, Sri Mulyani bersama dengan Bank Dunia juga membahas program penjaminan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Selain itu, mereka juga mendiskusikan kemungkinan Bank Dunia membantu dalam hal penjaminan kerjasama pembangunan infrastruktur di Indonesia, baik melalui Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU)/Public Private Partnership (PPP) ataupun melalui non-PPP.
Adapun selain dihadiri oleh jajaran Kementerian Keuangan, kegiatan ini turut juga dihadiri oleh berbagai pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menangani pembangunan infrastruktur di Indonesia seperti PT. Sarana Multi Infrastruktur, PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan Bank Mandiri.