"Kami punya program IIC yang anggotanya juga ada lembaga dana pensiun dan asuransi jiwa agar mereka mudah bertemu dengan para pemilik proyek," ujar Kepala Pengawas Eksekutif Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK, Firdaus Djaelani di peluncuran Hari Pensiun 2017 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (20/4).
Dengan begitu, dana pensiun dan asuransi diharapkan tak lagi kesulitan mendapatkan informasi, perhitungan, hingga langkah mereka untuk memitigasi risiko yang akan dihadapi saat menyuntikkan investasi ke proyek infrastruktur. Di saat yang bersamaan, pemenuhan pendanaan untuk proyek infrastruktur terkejar dan pembangunan bisa dirampungkan lebih cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, dana pensiun dan lembaga asuransi tetap diharapkan dapat memenuhi kewajiban penempatan investasi sebesar 30 persen pada SBN dan proyek infrastruktur BUMN di tahun ini. Penempatan pada proyek infrastruktur sendiri, dapat diberikan langsung melalui kerja sama dengan BUMN maupun tidak langsung melalui lembaga pemberi jaminan pendanaan, seperti PT Sarana Multi Finansial (SMF).
"Kami coba ke depan beberapa kegiatan bisa dilakukan oleh dana pensiun sehingga manfaatnya tak hanya dirasakan setelah pensiun. Namun, sebelum pensiun juga bisa dimanfaatkan," tutur Edy pada kesempatan yang sama.
Adapun pemenuhan kewajiban tersebut sudah direalisasikan Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan PT Taspen.
"Saat ini dana jaminan sosial kami sebanyak 53 persen ditempatkan di SBN dan 22 persen diantaranya kami tempatkan terkait dengan proyek infrastruktur," jelas Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz.
Direktur Utama PT Taspen (Persero) Iqbal Latanro menambahkan, total portofolio investasi perseroan pada SBN dan proyek infrastruktur saat ini sudah mencapai 67 persen dari total investasi perseroan.