Senior Executive Vice President (SEVP) BSM Niken Andonowarih menuturkan pihaknya sebenarnya sudah memiliki pembiayaan kepemilikan kendaraan bermotor atau BSM OTO sejak tahun 2000. Adapun sinergi dengan MTF menurut dia, dilakukan guna memperbaiki proses bisnis dan merevitalisasi produk BSM OTO dalam rangka merespon kebutuhan pasar dan industri.
“Untuk tahap awal BSM OTO dilakukan di wilayah Regional 3 (Jabodetabek). Insya Allah secara bertahap selama 2017 ini seluruh area akan efektif memasarkan BSM OTO," ujar Niken dalam keterangan resmi, seperti dikutip Senin (25/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun guna memenuhi kebutuhan nasabah ke depan, menurut dia, pihaknya juga akan menjajaki penggunaan akad Ijarah Muntahiya bit Tamlik (IMBT) dan Musyarakah Mutanaqisah (MMQ).
"Dengan mengoptimalkan customer base BSM saat ini dan pricing yang cukup kompetitif, sekaligus memanfaatkan kemudahan jaringan dealer yang selama ini telah menjadi rekanan MTF, kami yakin akan menjadi pemain yang diperhitungkan pasar” kata William.
Sebagai informasi, BSM merupakan bank syariah terbesar dengan total asset per Maret 2017 mencapai Rp80,01 triliun. Saat ini BSM memiliki 765 kantor cabang di seluruh Indonesia. Sementara itu, MTF tercatat telah memiliki kerjasama dengan lebih dari 3.000 dealer rekanan.