Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar menyatakan, perusahaan akan mengikuti tender untuk delapan ruas jalan tol, diantaranya Gempol-Pasuruan, Manado-Bitung, Pandaan-Malang, dan elevated Cikampek.
"Kredit limit sindikasi itu Rp40 triliun. Porsi Bank Mandiri seperempatnya, sekitar Rp10 triliun," ucap Royke, Selasa (25/4) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dari komitmen tersebut perusahaan hanya menyalurkan total kredit infrastruktur sebesar Rp118,7 triliun dengan pembiayaan jalan raya dan tol sebesar Rp9,4 triliun. Artinya, Bank Mandiri masih memiliki dana Rp10,1 triliun untuk memenuhi pembiayaan proyek tol.
Ia menjelaskan, dengan memberikan pembiayaan untuk proyek infrastruktur, maka arus kas perusahaan akan lebih baik karena dana yang ditarik tidak secara sekaligus, melainkan secara bertahap. Selain itu, Bank Mandiri akan menerima pembayaran cicilan pada tahun ketiga atau keempat.
"Misal dikasih Rp10 triliun, nariknya pelan-pelan jadi kami bisa atur arus kas kami. Jadi bergulir, infrastruktur tiga hingga lima tahun bagus, tahun ketiga atau keempat ada dana masuk lagi," terang Royke.
Sekadar informasi, sektor tenaga listrik menjadi sektor dengan penyaluran kredit infrastruktur terbesar pada kuartal I ini, yakni sebesar Rp28,2 triliun. Kemudian, kredit untuk konstruksi sebesar Rp13,7 triliun, perumahan rakyat dan fasilitas kota Rp9,8 triliun, telematika Rp8,6 triliun, serta migas dan energi terbarukan Rp21,3 triliun.