EVP Head of Regional Management ISS Indonesia Bendady Pramono mengungkapkan, salah satu perbaikan harga komoditas yang diprediksi mampu memberikan sumbangan proyek baru, yakni batu bara, di mana perusahaan-perusahaan sektor tambang banyak berada di Pulau Kalimantan.
"Kuartal I 2017 belum begitu terasa tapi potensinya bagus sampai akhir tahun. Mudah-mudahan hal ini membuat aktivitas mereka (perusahaan batu bara) kembali lagi. Jadi, kami harap bisa dapat proyek baru lagi," ucap Bendady kepada CNNIndonesia.com di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (25/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini membuat kontrak kerja sama dengan beberapa perusahaan tidak bertahan lama karena kebanyakan perusahaan lebih memilih untuk melakukan efisiensi, salah satunya dengan membatasi pengeluaran untuk petugas layanan, seperti pelayan kebersihan (cleaning service), keamanan, katering, manajemen parkir, dan lainnya yang dikontrakkan dengan ISS Indonesia.
Sehingga, dengan perbaikan harga komoditas tambang, ISS Indonesia menargetkan pertumbuhan pendapatan dapat melejit hingga ke kisaran dua angka, dengan kontribusi yang diberikan oleh ISS Indonesia cabang Kalimantan yang berpotensi meningkat.
"Jadi, nanti penyumbang pendapatan perusahaan bisa 50:50 antara Jakarta dengan luar Jakarta. Luar Jakarta ini yang besar dari Kalimantan dan Jawa Timur," kata Bendady.
Sebagai informasi, saat ini ISS Indonesia memiliki jumlah petugas pelayanan terpadu sebanyak 62 ribu di seluruh Indonesia yang berasal dari 11 kota besar dan sembilan kota cabang. Perusahaan menargetkan mampu memiliki petugas mencapai 100 ribu orang pada 2020 mendatang.