"Sekarang ini (kurs rupiah terhadap dolar AS) mencerminkan fundamentalnya dan itu ada di kisaran Rp13.200-Rp13.400 per dolar AS," tutur Gubernur BI Agus DW Martowardojo saat ditemui di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kamis (27/4).
Agus menilai, rezim nilai tukar rupiah relatif fleksibel. Namun demikian, BI tidak akan membiarkan volatilitas rupiah terlalu tinggi, sehingga tak mencerminkan fundamental perekonomian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang kuartal I 2017, tekanan terhadap kurs rupiah relatif terjaga. Rupiah bergerak stabil dengan kecenderungan menguat. Secara tahun berjalan (year to date), sepanjang tiga bulan pertama ini, rupiah terapresiasi 1,09 persen atau menguat dari Rp13.473 menjadi Rp13.326 persen.
Dari sisi domestik, dinamika rupiah ditopang oleh sentimen terkait optimisme terhadap prospek ekonomi domestik yang ditopang dengan stabilitas makroekonomi dan solid, termasuk masuknya aliran modal asing.
"Kita lihat ke depan, kalau inflasi tetap terjaga, defisit transaksi berjalan terjaga, neraca perdagangan terjaga, pertumbuhan ekonomi terjaga, pertumbuhan ekonomi baik, tentu ini akan membuat fundamental kita lebih baik lagi," pungkasnya.