Pertumbuhan laba bersih emiten berkode BNGA tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income) yang tercatat naik 9,1 persen menjadi Rp3,1 triliun, serta penurunan pada biaya pencadangan sebesar 19,5 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, dari sisi bisnis, jumlah kredit bruto yang disalurkan tumbuh tipis 2,9 persen atau mencapai Rp 175,98 triliun per 31 Maret 2017. Dari total penyaluran kredit tersebut, kredit konsumer tercatat Rp 51,14 triliun atau 29 persen, dan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp 34,79 triliun atau sebanyak 20 persen.
"Kami menawarkan bunga KPR yang turun menarik nasabah, yaitu 7,15 persen fixed pada tahun pertama dan kedua, 6,90 persen fixed pada tahun ketiga dan keempat, serta 6,65 persen fixed pada tahun kelima. Inovasi ini memberikan kepastian kepada nasabah dengan menurunnya bunga KPR selama masa 5 tahun tersebut," imbuh Tigor.