Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik tersebut sejalan dengan tren ekonomi global, yang mulai membaik sejak awal tahun ini.
"Kalau dilihat, tren (ekonomi) global lumayan menjanjikan meski ada revisi dari proyeksi ekonomi global yang tidak setinggi yang diharapkan," ujar Suhariyanto di kantor BPS, Selasa (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data BPS, surplus perdagangan Indonesia mencapai US$1,4 miliar pada Januari, US$1,32 miliar pada Februari, dan US$1,23 miliar pada Maret lalu. Dengan demikian, secara kumulatif, surplus perdagangan kuartal I mencapai US$3,92 miliar, atau naik dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$1,65 miliar.
Dengan sentimen perbaikan kinerja tersebut, Ketjuk optimis, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2017 mencapai target pemerintah sebesar 5,2 persen atau lebih tinggi dari tahun lalu sebesar 5,02 persen.
"Mau tidak mau, kita harus memperhatikan mereka (pertumbuhan ekonomi China). Kalau di China melambat ekspornya ke kita, itu akan berpengaruh," imbuh Ketjuk.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution juga optimis pertumbuhan ekonomi kuartal I 2017 akan melebihi kuartal IV 2016. Bahkan, dirinya meramalkan, pertumbuhan ekonomi kuartal I bisa mencapai 5,1 persen.
"Untuk akhir tahun, saya kira 5,2 persen-5,4 persen tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Darmin.