Direktur Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto mengatakan, peningkatan tersebut terutama disumbangkan dari segmen pakaian jadi yang meningkat sebesar 150,3 persen selama kuartal I 2017, dibandingkan penjualan di tahun sebelumnya.
Ia mengungkapkan, pesanan dari pelanggan sangat besar dan langsung dapat dipenuhi lini produksi dari penambahan kapasitas produksi yang telah dilakukan Persero.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sritex, tambahnya, menargetkan pertumbuhan penjualan 8 persen-12 persen selama 2017. Ia menyatakan, dengan dukungan pesanan dari pelanggan serta tersedianya kapasitas produksi, manajemen optimistis dapat mencapai target tersebut.
Peningkatan kapasitas produksi guna menopang permintaan pelanggan, lanjut Iwan, menyebabkan penjualan dari kain jadi dan garmen juga meningkat 38 persen (US$24 juta) di kuartal I 2017 menjadi US$87,9 juta dibandingkan kuartal I 2016 sebesar US$63,5 juta.
Kontribusi kedua segmen terhadap total penjualan juga meningkat. Jika pada kuartal I 2016 kontribusi dari kedua produk tersebut adalah US$63,5 juta atau sebesar 38 persen dari total penjualan, maka pada kuartal I 2017 meningkat menjadi sebesar US$87,9 juta atau 48 persen dari total penjualan.
Peningkatan penjualan sebesar 38 persen dari kedua produk tersebut terutama dari produk pakaian jadi yang meningkat sebesar 150 persen, sedangkan untuk produk kain jadi sedikit mengalami penurunan akibat kapasitas produksi yang baru akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2017.
Strategi Sritex untuk melakukan efisiensi pada proses produksi dan biaya-biaya pada 2016 terus menunjukkan hasil.
"Terjadi peningkatan margin laba operasi di kuartal I 2017 menjadi 18,5 persen di bandingkan kuartal I 2016 sebesar 16,9 persen," jelas Iwan.
Kontribusi Ekspor Meningkat
Terkait dengan perluasan pasar ekspor, Iwan menyatakan program tersebut cukup berhasil, mengingat peningkatan kontribusi penjualan ekspor menjadi 53 persen dari total penjualan selama kuartal I 2017, dari sebelumya 49 persen di kuartal I 2016.
Penambahan portfolio pelanggan global tersebut didukung oleh program diversifikasi perusahaan yang mengembangkan inovasi produk-produk baru seperti: tas, ransel, sleeping bag, sarung tangan, tenda, IPP set (Integrated Personal Protection set) yang digunakan oleh tentara khusus, pakaian CBRN (chemical, biological, radiation and nuclear) dan juga pakaian anti-stain yang digunakan oleh juru masak serta produk-produk lainnya.
"Sedangkan untuk pakaian militer, perseroan telah memproduksi pakaian militer dengan spesifikasi tinggi seperti anti-infra merah, anti nyamuk, anti bakteri, tahan api dan tahan basah," jelas Iwan.