"Kontribusi BUMN terhadap negara mencapai Rp 202 triliun dalam bentuk dividen dan pajak belum termasuk pendapatan negara bukan pajak," kata Rini, Rabu (3/5).
Sayangnya, setoran dividen dan pajak BUMN yang stagnan justru terjadi saat rata-rata perusahaan pelat merah berhasil meningkatkan pendapatan usaha sebesar 6 persen menjadi Rp1.832 triliun dengan laba bersih tumbuh 10 persen menjadi Rp164 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah tertahannya setoran dividen dan pajak BUMN, Rini menyebut seluruh perusahaan pelat merah yang dibinanya memiliki tagihan kepada negara yang relatif besar. Di mana, pada 2016 lalu mencapai Rp66 triliun.
BUMN, kata Rini, juga melakukan berbagai konektivitas, seperti di darat dengan membangun jalan tol yang sepanjang 1.260 km, sehingga pada akhir tahun 2019 BUMN telah dapat mengoperasikan lebih dari 2.000 km.
"Jadi dalam pemerintahan Bapak Joko Widodo dibarapkan dalam 5 tahun ke depan ada tambahan 1.260 km jalan tol," ujar Rini.
Selain itu, BUMN properti dan konstruksi juga diminta mendukung program 1 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan memberikan pembiayaan sebanyak 668.000 unit dan pada 2018 ditargetkan akan membiayai lebih dari 1 juta rumah.