Jokowi menginstruksikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk mendistribusikan ribuan buku ke setiap taman baca masyarakat mulai Juni mendatang.
"Saya perintahkan setiap titik dikirim minimal 10 ribu buku. Nanti akan kami sambungkan. Sekali lagi ini bisa menggerakkan minat baca anak-anak," kata Jokowi di Istana Negara, Selasa (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Buku Fisik Takkan Pernah Mati |
"Ini masukan pegiat literasi agar kirim buku antarpustaka lebih gampang dan tidak terbebani biaya," tuturnya.
Jokowi kagum dengan upaya masyarakat dalam meningkatkan budaya baca anak terutama di daerah terpencil. Berbagai lapisan masyarakat, mulai dari polisi, pengemudi bemo, tukang jamu, penunggang kuda, hingga penjual burger memiliki cara tersendiri agar buku-buku itu sampai di tangan pembaca di daerah.
Lihat juga:Tingginya Angka Putus Sekolah di Indonesia |
"Total 158 judul yang siap didistribusikan di seluruh Indonesia. Satu titik ada beberapa pegiat. Kalau titik makin banyak, kami sediakan lebih banyak," ucap Muhadjir.
Presiden Joko Widodo menemui dan mendengarkan masukan para pegiat literasi di Istana Negara. (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
Para pegiat literasi bercerita soal cara mereka mendistribusikan buku ke daerah-daerah. Sutino Hadi alias Kinong, misalnya. Usai membawa penumpang, ia mengubah bemonya menjadi perpustakaan berjalan dan berkeliling ke sekolah-sekolah.
Sementara, penjual jamu Kiswanti, turut menyediakan buku sambil menjajakan dagangannya.
"Kalau saya ke desa atau kampung biasanya bagi-bagi buku. Tidak hanya buku tulis, tapi juga buku cerita dongeng rakyat," ucap Jokowi.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, bagasi mobil Jokowi memang dipenuhi buku-buku tulis dan buku bacaan. Beberapa kali, Jokowi terlihat mengunjungi toko buku di pusat perbelanjaan, mencari buku bacaan yang akan dibagikan saat berkunjung ke daerah.
Menurutnya, upaya itu memang diperlukan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, terutama anak-anak di seluruh daerah. Buku pun dinilai sebagai sesuatu yang sangat penting bagi anak-anak di pedalaman.
Presiden Joko Widodo menemui dan mendengarkan masukan para pegiat literasi di Istana Negara. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)