Dikutip dari Reuters, pada awalnya harga minyak West Texas Intermediate (WTI) sempat mencapai titik terendahnya, US$47,30 per barel setelah Energy Information Administration (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak AS melemah 930 ribu barel ke angka 527,8 juta barel pada pekan lalu.
Namun, angka ini berada di bawah perkiraan analis yaitu 2,3 juta barel, sehingga ada kemungkinan bahwa stok berlebih perlahan-lahan mulai meredup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski dipengaruhi isu kelebihan penawaran, pasar masih terlihat membaik. Harga minyak WTI tercatat meningkat US$0,16 per barel ke angka US$47,82 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent meningkat US$0,33 ke posisi US$50,79 per barel.
Rusia menyumbang pemotongan terbesar di luar anggota OPEC, di mana negara beruang merah itu telah memangkas produksi sebesar 300 ribu barel per hari per 1 Mei silam. Sayangnya, tingkat kepatuhan OPEC melemah tipis. Untuk itu, organisasi kartel minyak itu akan mengadakan pertemuan pada 25 Mei mendatang.