"CSPA kan biasa. Kalau kondisinya belum terpenuhi sampai tenggat waktu yang di dalam perjanjian ya CSPAnya berakhir dengan sendirinya," tutur Direktur Utama Maybank Taswin Zakaria saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (5/5).
Mengutip surat Maybank kepada Otoritas Jasa Keuangan tertanggal 4 Mei 2017, Maybank dan Reliance menandatangani CSPA tersebut pada 11 Januari 2017 untuk mengalihkan 2.386.646.729 saham yang mewakilli 68,55 persen kepemilikan Maybank pada WOM Finance.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Taswin mengaku tidak bisa memaparkan syarat pendahuluan yang gagal dipenuhi oleh Reliance, hingga akhirnya perjanjian tersebut kadaluarsa.
Ditanyakan soal kemungkinan masuknya investor baru pengganti Reliance, ia mengaku belum melakukan negosiasi baru dengan pihak manapun.
"Sejauh ini kami belum memulai proses apa-apa, masih berakhir. Kami juga belum memulai dengan pihak manapun," ujarnya.
Sementara, manajemen Reliance menegaskan rencana akusisi saham Maybank pada WOM Finance belum berakhir.
Melalui keterangan resmi perseroan yang dipublikasikan kemarin, Kamis (4/5), Reliance berpendapat bahwa Maybank tidak memiliki dasar hukum untuk mengakhiri CSPA dimaksud secara sepihak, dan Reliance tidak menyetujui pengakhiran CSPA tersebut.
Reliance menyatakan telah menggunakan haknya sesuai dengan CSPA untuk memperpanjang masa berlakunya CSPA.
"Mengingat CSPA antara Reliance dengan Maybank Indonesia masih berlangsung, maka rencana akuisisi Saham Maybank Indonesia pada WOM Finance oleh Reliance belum berakhir," demikian dikutip dari keterangan resmi perseroan.
Reliance menyatakan masih bersedia dan memiliki keinginan serta kemampuan untuk menyelesaikan transaksi segera setelah Syarat Pendahuluan dipenuhi. Dengan itikad baiknya saat ini, manajemen Reliance mengklaim masih menjalani proses negosiasi lebih lanjut dengan Maybank agar transaksi jual beli saham bisa dilaksanakan.