Penopang pertumbuhan tersebut adalah kinerja perdagangan ekspor dan impor yang berhasil menorehkan surplus dalam tiga bulan berturut-turut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku belum cukup puas dengan laju pertumbuhan tersebut. Angka itu menurutnya masih sedikit di bawah perkiraannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya penasaran melihat konsumsi rumah tangganya. Karena sebetulnya dengan kenaikan harga komoditas untuk karet, kelapa sawit, mestinya dampaknya terhadap konsumsi itu mestinya lebih baik kuartal ini dibanding kuartal yang lain," ujar Darmin di kantornya, Jumat (5/5).
Secara umum tahun ini ia optimistis pertumbuhan ekonomi domestik dapat mencapai 5,3 persen dengan dorongan laju ekspor dan impor, pertumbuhan investasi dan konsumsi rumah tangga.
"Dari sisi belanja pemerintah masih mungkin, sehingga pengeluarannya itu bisa menjadi ikut menjadi pendorong. Itu masih perlu," pungkasnya.