Direktur Keuangan Lukas Setio Wongso menyatakan, total dana yang disiapkan untuk mengembangkan produk snack dan biskuit tersebut sebesar Rp20 miliar.
Pengembangan produk itu akan diproduksi oleh PT Tanobel Sehat Nutrisi, atau cucu usaha dari Sarigurna Primatirta, atau anak usaha dari PT Tanobel Food.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini ada empat varian. Kami sekarang dalam persiapan, nanti mau mulai dijual bulan Juni," ungkap Lukas, Jumat (5/5).
Menurut Lukas, diversifikasi bisnis tersebut juga dilakukan perusahaan untuk mendorong pendapatan perusahaan hingga akhir tahun ini menjadi Rp751 miliar tahun ini.
"Naik sekitar 40 persen dari akhir tahun lalu, Rp524 miliar," jelas Lukas.
Sekadar informasi, hari ini perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas saham 450 juta lembar pada masa penawaran umum dengan harga Rp115 per saham. Dengan demikian, perusahaan berhasil meraup dana segar sebesar Rp51,75 miliar.