Direktur Keuangan Sariguna Primatirta Lukas Setio Wongso mengungkapkan, perseroan akan menggunakan sebagian besar dana hasil go public untuk membeli mesin yang akan digunakan sebagai penunjang operasional pabrik tahun ini, termasuk juga rencana membangun dua pabrik baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajemen menargetkan pengoperasian pabrik di Ungaran akan dilakukan sebelum Lebaran. Sementara, pabrik di Kendari dioperasikan setelah Lebaran.
Jika dana hasil IPO tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pembelian mesin dan pembangunan pabrik, maka perusahaan akan melakukan pinjaman perbankan dan menggunakan kas internal.
Sekadar informasi, total kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan saat ini 1,6 miliar. Nantinya, dua pabrik baru tersebut akan menambah lima hingga 10 persen kapasitas.
Sariguna Primatirta tercatat melepas 450 juta sahamnya ke publik. Dalam perdagangan perdananya, harga saham perusahaan naik 43 persen ke level Rp165 per saham, dengan jumlah frekuensi sebanyak empat kali.
Hingga akhir tahun lalu, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp524 miliar dengan laba komprehensif sebesar Rp39 miliar. Sementara, penjualan kuartal I 2017 sebesar Rp139 miliar.
"Naik 20 persen naik dari kuartal I 2016," imbuh Lukas.