"Pemerintahan Prancis yang baru ini kan pemerintahan seperti sekarang. Kalau Macron tidak terpilih baru berubah," ujarnya di kantor Kemenko Perekonomian, mengutip Antara, Selasa (9/5).
Sebelumnya, kunjungan pimpinan Prancis sebelumnya Francois Hollande ke Indonesia akhir Maret lalu menghasilkan komitmen investasi baru bernilai US$2,6 miliar dari pengusaha-pengusaha Prancis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Jokowi juga menyambut baik fokus baru dalam kerja sama bilateral Indonesia-Prancis, yaitu menyangkut kerja sama bidang maritim dan ekonomi kreatif.
Sebagaimana diketahui, Macron memenangi pemilihan presiden Prancis putaran kedua yang digelar Minggu (7/5). Ia unggul dengan perolehan 65 persen suara, menyingkirkan pesaingnya Marine Le Pen.
Macron akan dilantik menjadi presiden baru Prancis pada Minggu (14/5) di Paris. Pemerintah Indonesia mengapresiasi pemerintah dan rakyat Prancis yang telah menyelenggarakan pesta demokrasi secara aman dan damai pada 7 Mei 2017, serta menyambut baik keterpilihan Macron sebagai pemimpin baru Prancis.