Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan, presiden Joko Widodo dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Rakyat China (RRC) Xi Jinping telah menyampaikan kesediaan Indonesia untuk meningkatkan ekspor komoditas CPO ke negara tersebut.
"Kami bahas kerja sama dalam konteks ekspor kelapa sawit. Jadi sekarang di China sudah dikembangkan biodiesel kelas 5. Jadi untuk biodiesel ini memerlukan 'palm oil' 5 persen dan karena itu kebutuhan CPO China berarti akan naik," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Beijing, dikutip dari Antara, Senin (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun kerja sama ketiga yang ditandatangani yaitu fasilitas pendanaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung senilai US$4,5 miliar. Kerja sama tersebut ditanda tangani Direktur Utama PT KCIC Hanggoro dengan Direktur Utama Bank Pembangunan Nasional China Hu Huaibang dengan nilai komitmen kerja sama sebesar 4,498 miliar dolar AS.