Chief Operation Officer Trimegah Sekuritas Paul Rafiuly menjelaskan, sebagai perusahaan sekuritas yang juga memanfaatkan teknologi dalam hal transaksi bernama Trima, baik versi mobile dan desktop, tentu perusahaan memandang penting keamanan bagi data perusahaan.
Untuk itu, perusahaan telah memiliki tim khusus yang memiliki sertifikat dan bekerja 24 jam penuh untuk memastikan keamanan data perusahaan. Tiap pekan, tim khusus tersebut melakukan update terkait keberadaan virus yang berhasil masuk ke data perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paul mengaku, tak jarang perusahaan terkena serangan dari berbagai virus. Namun, perusahaan sudah siap untuk selalu melakukan back up dari seluruh data yang dimiliki. Sehingga, data nasabah tidak akan hilang dan operasional perusahaan tidak terganggu.
Satu hal yang menurutnya sering dilupakan perusahaan yang memanfaatkan teknologi dalam operasionalnya, yakni sistem keamanan yang mumpuni. Umumnya, hal ini terjadi pada perusahaan financial technology (fintech). Masyarakat lebih fokus pada model bisnis dari fintech, dibandingkan dengan keamanan itu sendiri.
Paul mengaku, perusahaan belum akan menambah tingkat keamanannya seiring dengan beredarnya ransomeware WannaCry di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Pasalnya, tim keamanan yang dimilikinya tidak hanya bekerja 24 jam, tetapi juga bekerja saat akhir pekan.
"Akhir pekan dan sebelum akhir pekan mereka bekerja. Jadi sampai virus di dekstop manapun kami bisa jaga, semua tipe virus bisa," tandas Paul.