"Untuk lebih realistis, kami akan pangkas prediksi pertumbuhan kredit jadi single digit," ujar Batara Sianturi, Chief Executive Officer Citibank Indonesia, Senin (15/6).
Lihat juga:BI Akan Turunkan Bunga Kartu Kredit |
"Kami melihat kuartal pertama ini cukup baik. Namun, untuk permintaan capital expenditure (belanja modal) dan operational expenditure dari klien belum begitu banyak, karena banyak beberapa yang masih mengandalkan refinancing," terang Batara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan stabilitas rupiah sejak akhir tahun, banyak klien kami hanya memerlukan loan (pinjaman) rupiah saja, namun pertumbuhan dua persen ini cukup baik bagi portfolio kami," imbuhnya.
Kendati pertumbuhan kreditnya stagnan, tidak demikian halnya dengan perolehan laba Citibank. Bank yang beroperasi sebagai Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) ini sukses menghimpun laba bersih hingga Rp686 miliar atau terkerek 8,29 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp633 miliar.
Menurut Batara, pertumbuhan laba bersih ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersihnya sebanyak 15,37 persen menjadi sebesar Rp1,12 triliun pada kuartal I 2017.
Dari sisi kualitas kredit, Citibank tercatat mampu mengendalikan rasio kredit macet (nonperforming loan/NPL) secara gross dari 3,01 persen menjadi 2,58 persen. Sementara, NPL nett berkisar 1,06 persen dari posisi sebelumnya 1,15 persen.