Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengungkapkan, kerja sama ini mencakup kesepakatan tentang penyediaan, pemanfaatan, serta pengembangan data dan informasi untuk mendukung program kedua belah pihak.
Bagi BPJS, data ini penting untuk memetakan data potensi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang saat ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya, data ketenagakerjaan yang valid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, instansinya sangat menyambut baik kerja sama ini, mengingat penyediaan data merupakan tugas BPS. Beberapa data terkait kondisi tenaga kerja dihasilkan dari Survey Angkatan Kerja Nasional yang digelar dua kali setahun.
Adapun, BPJS Ketenagakerjaan telah bekerja sama dengan pihak perbankan untuk membangun jaringan Service Point Office (SPO) sebagai perpanjangan tangan dalam memberikan pelayanan prima kepada peserta dan calon peserta BPJS Ketenagakerjaan, baik dalam proses pendaftaran dan pelayanan klaim.
"Kami juga akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan upaya perluasan kepesertaan agar seluruh pekerja di Indonesia bisa mendapatkan perlindungan paripurna dari program BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan amanah Undang-undang," imbuh Ilyas.
Sebagai catatan, per kuartal I 2017, BPJS Ketenagakerjaan tercatat telah merangkul peserta aktif sebanyak 22,6 juta. Target kepesertaan aktif di sepanjang tahun ini sebesar 25,2 juta peserta. Sementara, potensi jumlah tenaga kerja mencapai 86 juta tenaga kerja.