Wakil Direktur Utama Terregra Asia Lasman Citra menjelaskan, hasil raihan dana itu tidak akan mengganggu rencana proyek perusahaan. Sehingga, tidak akan mengganggu target pembangunan pembangkit listrik yang direncanakan perusahaan hingga 2019 mendatang.
"Jadi target dana Rp110 miliar sudah cukup untuk dana perusahaan," ungkap Lasman, Selasa (16/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, perusahaan melepas 550 juta saham pada gelaran IPO. Jumlah tersebut juga turun dari rencana semula sebanyak 600 juta saham.
Wientoro menyebut, pihaknya lebih memilih investor institusi dibandingkan ritel karena sikap investor ritel yang lebih menyukai investasi jangka pendek (short term). Namun, bukan berarti tidak menerima investor ritel.
"Kan ada investor kami lihat, kami pilih yang qualified, korporasi-korporasi. Nah itu keluar harganya sekian, tapi kalau ambil ritel semuanya kan mereka short term kan biasanya," papar dia.
"Investor melihat peluang potensi usaha energi baru terbarukan. Ini emiten energi baru terbarukan yang IPO," tandas Wientoro.
Selanjutnya, Lasman mengungkapkan, 97 persen dana yang diraih digunakan untuk penyertaan modal pada anak usaha PT Terregro Hydro Power. Sementara, sisanya untuk menunjang kegiatan operasional usaha jasa teknis dan pemasok suku cadang pembangkit listrik.