Kenaikan harga rumah tersebut tercermin dari indeks harga properti residensial pada kuartal pertama tahun ini yang menunjukkan kenaikan lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya. Adapun tipe rumah kecil mengalami kenaikan indeks tertinggi yakni sebesar 1,84 persen, disusul rumah tipe menengah tercatat naik 1,28 persen (qtq) dan rumah tipe besar naik 0,58 persen (qtq).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara menjelaskan, secara tahunan, harga properti residensial mengalami kenaikan sebesar 2,62 persen (yoy). Kenaikan tertinggi secara tahunan juga tercatat terjadi pada rumah tipe kecil sebesar 2,38 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Survei pun memperkirakan kenaikan harga rumah masih akan berlanjut pada kuartal kedua tahun ini. Kenaikan tertinggi diperkirakan juga masih akan terjadi pada harga rumah tipe kecil.
Kendati terjadi peningkatan kenaikan pada harga rumah, penjualan properti residensial justru mengalami perlambatan pertumbuhan pada kuartal pertama tahun ini. Hal ini antara lain juga terlihat pada data penyaluran kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) yang tercatat naik tak sampai 1 persen dari Rp713 triliun akhir tahun lalu menjadi Rp719 triliun.
"Perlambatan penjualan properti residensial sejalan dengan masih terbatasnya permintaan terhadap rumah hunian," Ungkapnya.