Secara nilai, dividen yang disebar emiten berkode DILD tersebut memang tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, yakni Rp51,3 miliar. Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengatakan, porsi pembagian dividen sejalan dengan pelemahan perolehan laba perusahaan tahun lalu.
"Setahun ini, kinerja kami sesuai dengan industri. Industri properti harus menghadapi tekanan berat sepanjang tahun lalu yang disebabkan banyak faktor," kata Archied usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Intiland Tower, Kamis (18/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski jumlah dividennya stagnan, namun secara nominal, pemberian dividen kepada pemegang saham tersebut terus menciut. Pada 2015 lalu, Intiland menyebar dividen Rp102,7 miliar atau Rp10 per saham setara 23,9 prsen dari total laba bersihnya yang sebesar Rp429,2 miliar.
"Kami berusaha tetap memberikan porsi dividen yang sesuai kepada pemegang saham," tutur Sekretaris Perusahaan Intiland Development Theresia Rustandi pada kesempatan yang sama.
Adapun pemberian dividen akan diberikan pada 31 Mei 2017.