Pada tahun lalu, perusahaan berhasil meraup laba bersih tahun lalu sebesar Rp371 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya Rp186 miliar. Laba bersih tersebut didorong oleh pendapatan bunga bersih yang naik 29,34 persen dan pendapatan operasional lainnya yang meningkat 52,43 persen.
Direktur Utama Freenyan Liwang menjelaskan, pihaknya memutuskan tidak membagikan dividen guna memperkuat permodalan perseroan. Pada akhir tahun lalu, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perusahaan sekitar 17 persen, sedangkan pada akhir Maret tahun ini CAR perseroan tercatat sebesar 16,72 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Freenyan menjelaskan, CAR perseroan saat ini hampir mendekati rasio kecukupan modal beberapa bank besar yang berada pada rasio 20 persen. Dengan rasio modal tersebut, pihaknya pun tidak memiliki rencana untuk melakukan penambahan modal pada tahun ini.
"Dananya akan berasal dari laba perusahaan dan sisa penawaran umum terbatas II," jelas Freenyan.
Nantinya, belanja modal tersebut akan lebih banyak digunakan untuk pengembangan teknologi informasi dan mobile banking. Selain itu, perusahaan juga akan menggunakan belanja modal untuk menambah enam hingga delapan kantor tahun ini.
"Penambahan kantor masih di pinggiran, di Kalimantan, Maluku Utara, dan Papua," jelasnya.