Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat menyatakan, harga komoditas batu bara yang meroket pada tahun lalu menjadi pendorong pertumbuhan kinerja emiten tersebut.
"Beberapa hal misalnya beberapa industri kan cukup membaik nih dari sisi harga komoditas untuk minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) maupun pertambangan ya, batu bara," papar Samsul, Kamis (18/5)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bumi Resources membukukan laba bersih sebesar US$88,04 juta atau melejit 291,73 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya US$22,47 juta.
Samsul menilai, emiten di sektor agrikultur dan pertambangan masih akan positif pada semester II ini. Namun sebenarnya, kinerja kuartal I dianggapnya telah mencerminkan kondisi keuangan yang akan berjalan sepanjang tahun. Artinya, jika pada kuartal pertama sudah positif, maka kemungkinan besar akan berlanjut hingga akhir tahun.
"Jadi ini merupakan suatu indikasi baik karna harusnya di kuartal pertama biasanya merepresentasikan semua data keuangan performa emiten 2017," pungkas Samsul.
Ia mengaku, pihaknya telah memberikan peringatan kepada beberapa emiten untuk segera melaksanakan kewajibannya melaporkan kinerja keuangan. Hal ini dilakukan sebelum sanksi diberikan kepada emiten.
"Iya peringatan pertama, peringatan kedua, baru peringatan ketiga. Dari peringatan ketiga kami denda, setelah itu suspensi," jelas Samsul.