"Pengalaman sepuluh tahun terakhir, rata-rata uang yang diedarkan (pada periode lebaran) itu meningkat 14 persen," ujar Gubernur BI Agus DW Martowardojo dalam konferensi pers di Gedung Thamrin BI, Kamis (18/5).
Menurut Agus, kenaikan jumlah uang tunai yang disiapkan selama lebaran tahun ini diakibatkan oleh periode libur yang lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kenaikan jumlah uang tunai juga diakibatkan oleh periode lebaran tahun ini yang bertepatan dengan liburan sekolah.
Kenaikan juga terjadi karena ada penambahan titik dan frekuensi penukaran uang tunai, baik oleh Bank Indonesia (BI) maupun kerja sama dengan perbankan.
Tak hanya itu, tingginya permintaan terhadap uang tunai emisi 2016 juga menjadi penyebab kenaikan tambahan uang tunai tahun ini.
Tambahan uang tunai tersebut akan membuat jumlah uang yang diedarkan BI mencapai titik tertinggi selama tahun 2017, yaitu sebesar Rp691 triliun.
"Tetapi, kita tahu nanti akan ada uang yang dikeluarkan dan ada uang yang masuk," pungkasnya.