"Sasaran pertumbuhan yang lebih tinggi ini diarahkan untuk mendorong pemerataan pertumbuhan di kawasan timur Indonesia, kawasan perbatasan dan juga pertumbuhan kawasan yang masih tertinggal," ujarnya saat menyampaikan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal RAPBN 2018 di DPR, Jumat (19/5).
Adapun, dari sisi inflasi, ia menuturkan, pemerintah berupaya menjaga inflasi di kisaran 3,5 persen (plus minus satu persen). Sasaran ini lebih rendah dari target tahun ini yang sebesar 4 persen (plus minus satu persen).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi nilai tukar, tahun depan, pemerintah memproyeksi nilai rupiah bergerak dalam rentang Rp13.500 - Rp13.800 per dolar Amerika Serikat (AS). Depresiasi rupiah tidak selalu berarti negatif terhadap perekonomian domestik.
Sementara, untuk suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan pada 2018 diperkirakan mencapai 4,8 persen - 5,6 persen.
Asumsi tersebut terdiri dari lifting minyak bumi sebanyak 771.000-815.000 bph dan gas bumi sekitar 1,1 juta-1,2 juta barel setara minyak per hari.
"Perkiraan tingkat lifting berdasarkan pertimbangan kapasitas produksi dan tingkat penurunan alamiah lapangan-lapangan migas yang ada, penambahan proyek yang akan dimulai beroperasi, serta rencana kegiatan produksi yang dilaksanakan oleh KKKS migas pada 2018," pungkasnya.