PCDM merupakan kawasan terpadu (mixed used) yang berlokasi di Medan dan dilengkapi dengan rumah tapak, apartemen, pusat perdagangan atau perbelanjaan, hotel, dan taman hijau.
AVP Marketing PCDM Suyenti Lokat menjelaskan, hingga akhir tahun lalu pra penjualan hingga akhir tahun lalu berkisar Rp900 miliar. Perusahaan optimistis penjualan akan semakin semarak dengan membaiknya iklim investasi di sektor properti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suyenti menambahkan, terdapat tujuh menara yang dibangun di area PCDM yang terdiri dari gedung perkantoran, apartemen, dan kondominium. Kemudian dibawah gedung tersebut dibangun mall. Penampakan dari PCDM terbilang sama seperti Central Park di kawasan Jakarta.
"Animonya luar biasa sekali di luar kota, Medan termasuk kota transit juga, sehingga tidak kalah penjualannya dibandingkan Jakarta," jelas dia.
Sementara, total pendapatan proyek PCDM sendiri telah mencapai Rp7,3 triliun. Angka itu tidak termasuk pusat perbelanjaan karena perusahaan hanya akan menyewakan unit untuk tenant.
Dari segi pembayarannya sendiri, mayoritas pembeli lebih memilih menggunakan sistem tunai bertahap dibandingkan dengan sistem Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Seperti diketahui, dengan pembayaran sistem tersebut maka pembeli tidak akan dikenakan bunga.
Asal tahu saja, proyek ini dibangun diatas lahan seluas 5,2 hektare (ha). Perusahaan berharap seluruh pembangunan di PCDM dapat selesai pada 2019 mendatang. Menurut Suyenti, kondominium akan selesai lebih dulu dan diikuti tiga menara pusat perbelanjaan.
"Ini bertahap, tidak mungkin sekaligus," pungkas Suyenti.