"Kami cukup confidence (percaya diri) bahwa angka (pertumbuhan ekonomi) 5,1 persen di kuartal II 2017 akan bisa tercapai," ujar Dody Budi Waluyo, Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI ketika ditemui di Gedung Thamrin BI, Jumat (19/5).
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 5,18 persen, Dody mengakui, proyeksi pertumbuhan sepanjang April-Juni 2017 memang sedikit melambat. Hal itu disebabkan oleh pengaruh perbaikan harga komoditas terhadap konsumsi, serta investasi yang memerlukan waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, risiko eksternal masih membayangi perekonomian domestik. Dalam hal ini, rencana kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS dan realisasi kebijakan fiskal serta perdagangan AS.
"Kuartal ketiga, kuartal keempat, swasta akan tumbuh seiring dengan pertumbuhan dari pemerintah," jelasnya.
Sebagai informasi, hingga akhir tahun, BI memproyeksikan laju ekonomi akan berada di titik tengah (midpoint) kisaran 5 hingga 5,4 persen.