Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan dirinya dan para menteri di Asia Pasifik menyadari bahwa mempromosikan UMKM agar dapat terlibat dalam mata rantai produksi global dan memiliki peran yang penting dalam mempertahankan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi.
"Di era perdagangan digital ini, tantangannya bagaimana UMKM dapat dibekali dengan berbagai inovasi dan teknologi sehingga dapat lebih menjangkau pasar global dan memenangkan persaingan,” jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (22/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk itu, para menteri menekankan kelanjutan upaya anggota APEC dalam mencapai Cita-cita Bogor (Bogor Goals) berupa perdagangan dan investasi bebas dan terbuka tahun 2020," kata Enggar.
Para menteri perdagangan ekonomi APEC menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus bisa dirasakan oleh semua lapisan, sehingga penting bagi APEC untuk dapat membuat berbagai inisiatif baru untuk mengurangi rentang kesejahteraan.
"Indonesia pun kembali menekankan pentingnya upaya membangun wilayah pedesaan dan mengentaskan kemiskinan menjadi pembahasan di APEC," katanya.
“Beberapa kegiatan telah dilakukan untuk menjalani amanat para pemimpin anggota APEC terkait prakarsa tersebut sebagai upaya untuk memastikan bahwa elemen masyarakat miskin yang tinggal di wilayah pedesaan ikut menikmati manfaat kerja sama perdagangan dan investasi di kawasan Asia Pasifik,” jelas Mendag.