Para menteri perdagangan akan berbicara di sela konferensi Kerja Sama Asia Pasifik (APEC) di Hanoi, Vietnam. Di sana, Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthize yang baru ditunjuk pun akan menjelaskan lebih banyak detail soal rencana Washington di bawah pemerintahan Donald Trump.
Ketidakpastian soal rencana Amerika itu menyusul keputusan Trump mencampakkan kesepakatan yang ia ibaratkan dengan "pemerkosaan" terhadap negaranya. Hal ini memicu kekhawatiran akan proteksionisme dan memperkuat kepemimpinan China di Asia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, hal tersebut juga bisa memangkas dominasi China yang terus meningkat. Beijing, yang bukan anggota TPP, mendukung kesepakatan perdagangan bebas yang lebih besar tapi kurang komprehensif untuk Asia.
"Kami akan melihat apakan menteri-menteri TPP akan menyatakan terus melangkah dengan mengganti pasal-pasal," kata Alan Bollard, direktur eksekutif Sekretariat APEC.
Sempat menunjukkan keraguan untuk bergerak tanpa Amerika Serikat, Jepang kini berada di barisan terdepan bersama Selandia Baru. Namun, Jepang telah menekankan pada akhirnya ingin membawa AS kembali ke TPP.
Pada Selasa, Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan Jepang ingin "membawa perdebatan ke arah yang lebih jelas."
Sementara itu, dukungan dari negara-negara anggota lainnya masih belum jelas.
Menggerakan TPP bisa membantu posisi Jepang dalam menegosiasi kesepakatan bilateral dengan Amerika Serikat, kata Nguyen Xian Thanh dari Kampus Harvard Kennedy. Hal yang sama juga berlaku untuk Vietnam, ujarnya.
"Ini bagian dari permainan," kata dia pada Reuters. "Tidak ada yang mau terlihat putus asa dalam perjanjian bilateral."