Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengungkapkan, Jawa Tengah merupakan jalur utama yang menghubungkan pemudik dari Jakarta dan Jawa Barat menuju Jawa Timur. Selain itu, banyak ruas tol di Jawa Tengah yang pertama kali menangani arus mudik mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan, penanganan BBM di Jawa Tengah tahun ini dianggap intens pasca tragedi tol Brebes Exit (Brexit), dimana kemacetan bisa terjadi berhari-hari dan pemudik tak bisa mendapatkan BBM. Karenanya, ada beberapa antisipasi yang siap dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut.
Ambil contoh, di Jateng ada ruas jalan tol baru, seperti Semarang-Bawen-Salatiga yang belum dilengkapi SPBU. Diharapkan, rest area di ruas tol itu setidaknya sudah bisa dilengkapi SPBU pada mudik mendatang.
"Mudah-mudahan SPBU di semarang sudah jadi, dan satunya lagi di salatiga, kami bantu pengisiannya secara mobile atau pakai kios," paparnya.
Selain Jawa Tengah, Pertamina juga memfokuskan distribusi lebaran di Sumatra Barat, mengingat provinsi tersebut memiliki tradisi Mudik Basamo. Diperkirakan, lonjakan konsumsi BBM di Sumatra Barat sebesar 22,7 persen dibanding konsumsi hariannya.
Sementara itu, konsumsi BBM di Jawa Timur diproyeksikan meningkat 11,2 persen selama masa arus mudik dan arus balik berlangsung. "Walaupun hiruk pikuk kemacetan juga terjadi di Jawa Timur, setidaknya tidak butuh konsumsi BBM yang signifikan," jelasnya.
Sementara itu, Pertamina memprediksi kenaikan konsumsi Pertamax dan Premium masing-masing sebesar 10 persen dan 5 persen di periode yang sama.