Hal ini disampaikan oleh pihak penjamin pelaksana emisi efek (underwriter) perusahaan dalam melakukan gelaran penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO), PT Bahana Sekuritas.
Direktur Head of Investment Banking Bahana Sekuritas Andi Sidharta menjelaskan, pada kuartal pertama tahun ini, Trafindo Prima telah membukukan laba bersih hampir mencapai Rp100 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Direktur Utama Trafoindo Prima Suryono Limputra mengaku manajemen optimis laba bersih perusahaan dapat ditingkatkan tahun ini. Hal ini seiring dengan kebutuhan transmisi listrik yang semakin meningkat dan mendorong peningkatan kebutuhan trafo.
"Produk baru kami banyak sekali yang dipakai PLN. Kami mengantisipasi itu, proyek secara konkret tidak bisa kami sebut satu per satu," papar dia.
Adapun produk yang dimiliki perusahaan saat ini, antara lain trafo distribusi minyak, trafo instrumen yaitu trafo arus, trafo tegangan, dan trafo distribusi kering. Saat ini, perusahaan memiliki empat pabrik di Jatiuwung, Tangerang.
Hingga akhir tahun lalu, perusahaan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,34 triliun. Sementara, laba usaha tahun lalu tercatat sebesar Rp215 miliar.